Tanamkan 29 Karakter Luhur, PAC LDII Pondok Betung Tutup Asrama Liburan Sekolah dengan Berkemah

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan, sukses menggelar kegiatan penutupan Asrama Liburan Sekolah (ALIS) dengan konsep perkemahan edukatif. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 24-25 Desember 2025 ini, dipusatkan di Pusdiklat Senkom, Sawangan, Depok.

Diikuti oleh 15 peserta usia sekolah dasar, kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan upaya strategis LDII dalam membentuk generasi penerus (generus) yang tidak hanya religius, tetapi juga mandiri sejak usia dini.

Mengusung tema “Menjadikan Generus yang Faham Faqih dan Mandiri yang Mempunyai 29 Karakter Luhur”, acara ini dirancang untuk menyeimbangkan kecerdasan spiritual dan keterampilan hidup (life skill).

Selama perkemahan, peserta mendapatkan materi yang padat namun menyenangkan. Kegiatan diawali dengan penderesan (pengulangan) bacaan Al-Qur’an untuk memperkuat hafalan dan pemahaman agama. Selain aspek religius, panitia juga menekankan praktik kemandirian secara langsung.

Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah praktik mandiri mencuci piring. Meski terlihat sederhana, kegiatan ini mengajarkan tanggung jawab atas kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, kreativitas anak-anak juga diasah melalui sesi mewarnai bersama di alam terbuka.

Pembina PAC LDII Pondok Betung, H. Sudiyono, dalam sambutan penutupannya menekankan pentingnya memanfaatkan waktu liburan sekolah dengan kegiatan positif yang membangun mental.

“Harapan utama dari kegiatan ini adalah agar generus kita memiliki ilmu agama yang mumpuni, sehingga mereka menjadi pribadi yang faham dan faqih. Namun, ilmu saja tidak cukup, mereka harus berakhlakul karimah dan memiliki kemandirian yang kuat sejak dini,” ujar H. Sudiyono.

Ia menambahkan, penanaman 29 karakter luhur sangat efektif jika diaplikasikan melalui simulasi kehidupan nyata seperti berkemah. Di sini, anak-anak belajar bersosialisasi, bekerja sama, dan mengurus kebutuhan pribadinya tanpa bergantung pada orang tua.

Kegiatan camping ALIS ini merupakan wujud nyata komitmen LDII di tingkat akar rumput (PAC) untuk mendukung terciptanya generasi emas yang profesional religius.

Dengan berakhirnya kegiatan di Sawangan ini, para peserta diharapkan kembali ke rumah dan sekolah dengan semangat baru, membawa bekal kedisiplinan dan kemandirian yang telah ditempa selama dua hari masa perkemahan. (*/aziz)

Artikel Terkait